Langsung ke konten utama

Proses Menjadi Seorang Yang Shadiq (Orang Yang Benar)



Proses Menjadi Seorang Yang Shadiq (Orang Yang Benar)
Dalam Qur’an surah Al-Ahzab: 23 dijelaskan bahwa:
Diantara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang benar, menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah, maka diantara mereka ada yang gugur. Dan diantara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikipun tidak merubah (janjinya) (Al-Ahzab:23).
Dalam buku Ilya’ ‘Uumuddin karya imam Al Ghazali yang dipaparkan intisarinya oleh Ustadz Sa’id Hawa dalam buku Tazkiyatun Nafs. Ada empat proses yaitu sebagai berikut:
1.      Shidqun Niyah
Artinya benar dalam niat. Benar dalam semburat pertama hasrat hati bear dalam mengikhlaskan diri. Benar dalam menepis syak dan riya. Benar dalam menghapus sum’ah dan ujub. Benar dalam menatap lurus kedepan tanpa mempedulikan pujian anan dan celaan kiri. Benar dalam kejujuran pada Allah. Benar alam persangkaan pada Allah. Benar dalam meneguhkan hati.
2.      Shidqul ‘Azm
Artinya benar dalam tekad. Benar dalam keberanian-keberanian. Benar dalam janji-janji pada Allah dan dirinya. Benar dalam memancang target-target diri. Benar dalam pekik semangat. Benar dalam menemukan motivasisetiap kali. Benar dalam mengaktivasi potensi diri. Benar dalam memikirkan langkah-langkah pasti. Benar dalam memantapkan jiwa.
3.      Shidqul Iltizam
Artinya benar dalam komitmen. Benar dalam menetapi rencana-rencana. Benar dalam melanggengkan semangat dan tekad. Benar dalam memagang teguh nilai-nilai. Benar dalam memaksa diri. Benar dalam bersabar atas ujian dan gangguan. Benar dalam menghadapi tantangan dan ancaman. Benar dalam mengistiqomahkan zikir, fikir dan ikhtiyat.
4.      Shidqul ‘Amaal
Artinya benar dalam proses kerja. Benar dalam melakukan segalanya tanpa menabrak pagar Ilahi. Benar dalam cara. Benar dalam metode. Benar dalam langkah-langkah yang ditempuh. Benar dalam profesionalisme dan ihsannya amal. Benar dalam tiap gerak anggota badan.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aktivis Media Sosial (AAMS)

Tema: Hijab Ala Dunia Maya Aturan Aktivis Media Sosial (AAMS) Dalam keadaan zaman yang modern yang seperti kita rasakan pada saat sekarang ini terjadi perkembangan teknologi alat komunikasi yang pesat. Seperti munculnya smartphone-smartphone canggih yang memberikan berbagai aplikasi yang mendukung untuk kemudahan dalam berkomunikasi dengan antar sesama menusia seperti media sosial. Media sosial sangat memudahkan kita memberikan dan menerima informasi dari orang lain. Dengan media sosial kita bisa mengirimkan chat, telepon dan bahkan video call dengan teman-teman kita yang jauh secara gratis. Namun, dengan sosial media ini banyak memberikan dampak pada kehidupan manusia, termasuk juga kehidupan manusia aktivis dakwah kampus. Dampak ini bisa bersifat positif maupun negatif.   Untuk itu kita perlu mensiasati agar penggunaan sosial media yang kita lakukan bisa berdampak positif bagi kehidupan kita dan orang banyak.     Kita sebagai aktifis dakwah kampus pas...

Berita Besar

Gambaran surga Sudahkah kita memahami mengenai berita besar yang Allah SWT sampaikan? Atau itu hanya menjadi sekedar terjemahan surah yang dibaca. Namun, tak maukah kita mendalaminya lebih lanjut... Berita besar disini adalah balasan bagi hamba Allah yang taat maupun tidak taat kepada-Nya.  Telah disampaikan bahwa adanya hari kiamat, surga dan neraka sebagai balasan bagi mereka. Akan tetapi, ada saja sebagian dari kita yang mengingkarinya. Memanglah Ancaman memang sudah tidak berlaku bagi hamba-Nya yang sudah ditutup oleh Allah hatinya.  Setelah diberikan nikmat yang banyak kepada mereka: seorang istri dari jenisnya, diciptakan malam agar mereka bisa beristirahat dan memperoleh ketenangan, diciptakan siang agar mereka dapat bekerja meraih rezeki Allah, diberikan perlindungan, dapat menikmati berbagai jenis makanan dan melihat berbagai kebesaran Allah lainnya. Akan tetapi masih saja diantara kita yang melampaui batas sehingga Allah menyediakan Neraka bagi mere...

Rindu Jalan Pulang

   Semenjak hari itu, tidak terlihat lagi cerah mentari pagi di ufuk timur di balik bukit nan jauh di sana. Sebab di sini semua terlihat begitu bulat kelam, berbeda dengan kondisi di rumah. Kala ku tahu semua akan berlangsung lama, mungkin saja aku sudah menghentikannya sedari awal. Tapi apalah daya, semua sudah tersurat. Dan aku sudah memilih. Bertahan saja rasanya hari ini tidaklah cukup. Apalagi dalam diam, dendam dan rindu semakin berkecamuk. Hujan turun di senja hari ini adalah pemicunya. Aku kuat! Rintik kembali berbisik melemahkan jantungku akan rindu. Sssst! Dialah yang terbaik. Dalam rasa yang semakin berdebar ini. Keraguanku semakin kuat. Jantung ini sakit menahan kenyataan yang di perlihatkan. Tidak ikhlas rasanya hanya sekedar teman.  Padahal apa yang kau sampaikan begitu jelas, tegas dan kuat sehingga menyayat. Ada dua rasa yang berkelebat. "Datangilah, dia milik mu" atau bisikan kekuatan "bertahanlah cinta itu hanya Allah yang memiliki, dia hanya hamb...