Langsung ke konten utama

Hijrah itu Butuh Ujian dan Dukungan



By: Welidayani (Pena Khadijah)
Hijrah itu Butuh Ujian dan Dukungan

Bismillahirrahmanirrahiim....
Setiap langkah yang berujung kepada tujuan yang besar dan mulia akan selalu dikuatkan oleh Allah SWT. Sebanyak apapun halangan yang melintang tak kan tergoyahkan oleh semangat dan keyakinan akan mencapai tujuan tersebut. Begitu juga dengan hijrah.
Dalam berproses memang tidak semudah yang kita fikirkan. Kita membutuhkan jalan yang panjang dan berliku. Berproses menuju ke arah yang lebih baik itu memerlukan banyak pendukung. Pendukung inilah yang akan mempermudah kita dalam menjalankan kegiatan berproses kita. Salah satu pendukung kita dalam berhijrah adalah lingkungan yang homogen sebelum menjajaki lingkungan yang heterogen, pengaruh-pengaruh positif yang berkelanjutan dan semangat yang tinggi dalam melkukan hijrah.  Disini diperlukan karena pada awal kita berhijrah kita masih dalam kondisi terombang ambing dan membutuhkan nasihat dan pujian yang berperan penting dalam menjaga dan menguatkan kita.
Setiap kita memiliki pendukung yang berbeda pula. Terkadang Allah pertemukan kita dengan si penguat hijrah kita sesuai dengan yang kita butuhkan. Tentunya dalam berhijrah diperlukan banyak ujian-ujian agar kita semakin kuat dan tahan disetiap hal yang kita alami baik itu hal-hal yang menyenangkan maupun hal yang menyedihkan membuat keyakinan menjadi goyah. Setiap ujian yang diberikan Allah selalu dibarengi dengan solusi yang mesti kita usahakan. Menjadi hal pentingnya itu adalah solusi manakah yang akan kita ambil. Yang terbaikkah atau yang terburuk. Itu bergantung kepada pemikiran kitanya lagi, apakah ingin kebaikan atau keburukan. Setiap problem ada solusi itu sesuai dengan Firman Allah dalam surah As-Syarh yang terjemahannya:
Maka, Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.(QS: As-Syarh 5-6)”
Ya, tentu jelaslah Allah akan menguji setiap hambanya yang beriman. Hal ini untuk mengetahui seberapa kuat hambanya melawan hawa nafsunya dan apakah hambanya benar-benar serius  beriman kepada-Nya atau hanya ingin berbuat riya (pencitraan) saja.
Hijrah.... sesuatu hal yang mudah dilakukan namun sangat sulit mempertahankannya. Apalagi sebelumnya kita bukanlah seorang wanita yang di besarkan dari keluarga yang agamais atau pemahaman agama yang luas. Sangat banyak tantangan yang kita alami. Dimulai dari hambatan kelurga dengan komentar yang tidak setuju dan cemo’ohan teman yang tidak paham dengan kewajiban seorang muslimah itu seperti apa seharusnya.
Sebagai contoh ” Disuatu hari ada seorang muslimah, dia belum lama berhijrah namun sudah menggunakan pakaian yang syar’i. Saat masih dikampus dia tinggal dilingkungan yang islami dan mendukung kemauannya untuk memutuskan mengganti kehidupan lamanya dengan kehidupan baru yang selalu dihiasi dengan nasehat-nasehat dan motivasi islam. Tak lama berselang dari hijrahnya dia pulang ke kampungnya. Melihat hal tersebut orangtuanya bingung. Apa yang telah dilkukan oleh anaknya ketika dikampus sehingga dia tampil berbeda dan tampak sangat asing dari sebelumnya. Keesokan harinya tetangga pun ikut berbicara sumbing dari kejauhan, apakah anak si anu sudah mengikuti aliran sesat?  Ada juga yang mengatakan si akhawat mungkin adalah seorang teroris, berlebihan atau lain sebagainya. Hal inilah ujian yang membuat ke istiqomahan si akhawat menjadi terombang-ambing dan penuh keraguan.”
Disinilah si akhawat sangat ditantang dalam memilih. Mau memilih mendengarkan ocehan-ocehan orang lain yang tak sepaham dnegan kita atau mau mngikuti apa kata hati kita yang benar? Itu pilihannya ada pada diri kita sendiri. O, karena masalah orang tua yang tidak setuju dengan perubahan- perubahan kita. Gampang! Tinggal jelaskan fungsi berhijab dan menutup aurat itu apa, berikan alasan-alasan yang kuat, seperti perintah menjulurkan jilbab ke dada pada surah An-Nur: 31.
...Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak padanya dan hendaklah mereka menutupkan kain jilbabnya ke dadanya....(An-Nur:31).
Atau ceritakan hal-hal yang membahagiakan yang kita alami saat menggunakan pakaian yang syar’i. Misalkan setelah menggunakan pakaian syar’i kita memperoleh teman yang banyak yang seperti saudara sendiri,  tidak mengalami kesulitan lagi dalam membuat tugas karena selalu dibantu dan di perhatikan oleh teman-teman dikampus, dan lebih mudah mengekspresikan keinginan-keinginan yang kita capai saat di kampus. Mendengar perkataan tersebut orang tua manakah yang tidak akan terharu dan bahagia.
Dilihat lagi dari contoh diatas apabila dibiarkan saja maka, akan berdampak buruk kepada si akhawat. Bahkan beliau bisa kembali ke posisi semula, dari awalnya menutup aurat malah mengganti roknya menjadi pake celana. Hal ini terjadi karena si akhawat yang baru berhijrah dan masih lemah dalam meyakinkan diri serta memberi alasan kenapa dia harus berjrah.  Maka dari itu, kita sebagai orang yang memahami hal ini sepatutnya memberikan solusi dan menguatkan mereka yang tengah galau tersebut. Tentu disini menjadi pemikiran kita, bagaimana cara menguatkan mereka? Padahal kita tidak tahu sama sekali siapa akhawat yang mengalami ujian seperti itu.
Disinilah kita di tuntut harus peka. Perhatikan saudari-saudari disekeliling kita, apakah dia membutuhkan bantuan kita atau tidak. Tanyakan bagaimana keadaannya, apakah dia ada masalah dan maukah dia berbagi kesulitannya apabila dia sudah dekat dengan kita. Iya, yang terpenting dari setiap masalah itu adalah di komunikasikan dengan baik . Tidak mungkinlah seorang teman dengan mudahnya bercerita masalah yang dihadapinya dengan mudah terhadap kita jika kita tidak akrab dengannnya. So, ya harus berpandai-pandai lah mengambil hatinya. Galilah informasi tentangnya dengan teliti dan berhati-hati.

Aku Welidayani gadis yang berbeda dalam keluarga yang dilahirkan di desa Olo Bangau yang tak disangka pada saat sekarang menjadi tempat mendaratnya pesawat terbang pada 25 oktober 1994 silam. Dibesarkan dengan motivasi dan semangat dari ayah dan mimipi-mimpi besar yang terbayang menjadi orang besar dimasa depan. Bermimpi yang tidak berkhayal semata namun, dengan kerja keras dan perjuangan yang luar biasa juga tentunya.

#HijrahituButuhUjiandanDukungan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Despro Competition_Padang_Rafki Saputra

aktivis tak kan galau

“ Aktivis Takkan Galau " Sewaktu pertama masuk kuliah yang saya bayangkan itu bahwa seorang mahasiswa tu hanya pergi kuliah, belajar terus menerus agar mendapatkan nilai terbaik kemudian wisuda dengan IPK tertinggi. Yang lebih mirisnya lagi saya pernah bermimpi akan menjadi seorang ANGGOTA DPR RI hanya dengan melakukan hal tersebut. Akan tetapi kenyataan yang saya peroleh berbeda dengan yang terjadi dilapangan. Setelah saya mengikuti berbagai kegiatan dikampus fakta yang saya peroleh berbeda dengan teori yang saya fikirkan. Jika saya ingin menjadi seorang yang melek politik saya harus aktif dalam berbagai organisasi, jika saya ingin menjadi pekerja saya juga harus aktif organisasi dan apapun profesi yang saya inginkan saya harus aktif berorganisasi. Hal ini, memang terasa sangat sulit bagi saya awalnya. Bagaimana saya bisa membagi waktu saya nanti, harus mengerjakan tugas, harus kuliah, harus mengerjakan tugas dirumah, harus ikut organisasi ini itu dan juga harus bisa m...