Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat dari kekurangan gizi daam waktu yang lama (kronis), sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya. Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada masa kehamilan ibu dan pada 1000 hari pertama saat bayi dilahirkan.
Rata-rata orang pendek #stunting.
Stunting mengakibatkan menurunnya kecerdasan intelektual anak dan beresiko mengalami gangguan metabolisme seperti datangnya penyakit tidak menular, yaitu diabetes, gagal ginjal dan lainnya pada waktu jangka panjang.
Menurut Ricardo dalam bhuta tahun 2013: “ Balita Stunting berkontribusi besar 1.5 juta atau 15 % kematian bayi seluruh dunia dan menyebabkan 55 juta Dissability Adjusted Life Years (DALYs), yaitu hilangnya masa hidup sehat setiap tahun”.
So, orang-orang bertubuh pendek dikhawatirkan akan berumur pendek. Tapi dengan kondisi tersebut jangan cemas dulu, karena meskipun tubuh kita pendek belum tentu keturunan kita pendek-pendek juga. Kita lihat dari sejarah nenek moyang jepang “ orang jepang itu dahulunya memilki tubuh yang pendek dan kecil. Namun, dalam waktu kurun 30 tahun stunting dapat diatasi oleh pemerintahan jepang.
“Saat kita bayi tubuh mengalami pertumbuhan adalah bagian batang tubuh, saat satu tahun keatas baru bagian kaki. Saat pubertas pun bagian kaki tumbuh kembali”
Dari paparan diatas, hal yang dilakukan orangtua untuk memperaiki ini adalah memperhatikan asupan nutrisi, aktifitas dan waktu tidur nyenyak anak.
Peran Masyarakat untuk mencegah stunting
Beberapa cara mencegah Stunting (tubuh pendek) di masyarakat yaitu:
1. Mendukung ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang dalam jumlah yang cukup.
2. Membantu ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan kepada fasilitas pelayanan kesehatan.
3. Mengingatkan ibu hamil untuk minum TTD secara teratur setiap hari.
4. Membantu ibu hamil untuk dapat melahirkan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan.
5. Keluarga mendukung pelaksanaan IMD dan pemberian ASI Ekslusif 6 bulan pertama.
6. Masyarakat berperan aktif pelaksanaan posyandu dan mengajak ibu hamil, ibu dan balita agar datang.
7. Membantu tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil atau penanganan balita gizi kurang.
8. Ikut mempromosikan pola hidup sehat dan bersih dilingkungannya.
Selain itu stunting juga dapat dicegah sejak dini, yaitu kita sebagai calon penerus generasi perlu memahami apa itu stunting, cara mencegah stunting dan asupan pangan sehat gizi baik yang berimbang.
Stunting
#PanganSehatGiziBaik
Rata-rata orang pendek #stunting.
Stunting mengakibatkan menurunnya kecerdasan intelektual anak dan beresiko mengalami gangguan metabolisme seperti datangnya penyakit tidak menular, yaitu diabetes, gagal ginjal dan lainnya pada waktu jangka panjang.
Menurut Ricardo dalam bhuta tahun 2013: “ Balita Stunting berkontribusi besar 1.5 juta atau 15 % kematian bayi seluruh dunia dan menyebabkan 55 juta Dissability Adjusted Life Years (DALYs), yaitu hilangnya masa hidup sehat setiap tahun”.
So, orang-orang bertubuh pendek dikhawatirkan akan berumur pendek. Tapi dengan kondisi tersebut jangan cemas dulu, karena meskipun tubuh kita pendek belum tentu keturunan kita pendek-pendek juga. Kita lihat dari sejarah nenek moyang jepang “ orang jepang itu dahulunya memilki tubuh yang pendek dan kecil. Namun, dalam waktu kurun 30 tahun stunting dapat diatasi oleh pemerintahan jepang.
“Saat kita bayi tubuh mengalami pertumbuhan adalah bagian batang tubuh, saat satu tahun keatas baru bagian kaki. Saat pubertas pun bagian kaki tumbuh kembali”
Dari paparan diatas, hal yang dilakukan orangtua untuk memperaiki ini adalah memperhatikan asupan nutrisi, aktifitas dan waktu tidur nyenyak anak.
Peran Masyarakat untuk mencegah stunting
Beberapa cara mencegah Stunting (tubuh pendek) di masyarakat yaitu:
1. Mendukung ibu hamil untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang dalam jumlah yang cukup.
2. Membantu ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan kepada fasilitas pelayanan kesehatan.
3. Mengingatkan ibu hamil untuk minum TTD secara teratur setiap hari.
4. Membantu ibu hamil untuk dapat melahirkan di fasilitas kesehatan oleh tenaga kesehatan.
5. Keluarga mendukung pelaksanaan IMD dan pemberian ASI Ekslusif 6 bulan pertama.
6. Masyarakat berperan aktif pelaksanaan posyandu dan mengajak ibu hamil, ibu dan balita agar datang.
7. Membantu tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil atau penanganan balita gizi kurang.
8. Ikut mempromosikan pola hidup sehat dan bersih dilingkungannya.
Selain itu stunting juga dapat dicegah sejak dini, yaitu kita sebagai calon penerus generasi perlu memahami apa itu stunting, cara mencegah stunting dan asupan pangan sehat gizi baik yang berimbang.
Stunting
#PanganSehatGiziBaik
Komentar
Posting Komentar