Langsung ke konten utama

Menjaga Komunikasi

Menjaga Komunikasi

LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN JAGALAH KOMUNIKASIMU

Posted by: Galih Budi Prasetyo on 6:10 PM inDakwah

Ini berkisah tentang seorang syuhada yang berjalan di muka bumi..

Langkah kakinya tak lagi tegap bak tentara, karena pincang..

Tangannya tak lagi bisa menggenggam rapat, karena jarinya tak utuh..

Tubuhnya tak lagi bisa merasakan sakit, karena sudah penuh dengan tujuh puluh luka yang berbekas..

Ia merupakan perisai Rasulullah di perang uhud..

Nikmatnya Tombak, pedang, panah dan segala benda tajam yang digunakan untuk berperang sudah ia rasakan..

Dibalik kisah heroiknya siapa yang menyangka bahwa ayat ayat mengenai hijab di surah Al Ahzab, diawali oleh kisah beliau..

Sederhana kisahnya..

Namun bagi thalhah bin Ubaidillah ini adalah ayat yang begitu menyinggung dirinya..

Hingga thalhah rela utk memerdekakan semua budak budaknya..

Memyumbangkan kesepuluh unta nya dijalan Allah..

Dan menunaikan umrah dgn berjalan kaki..

Semua itu ia lakukan sebagai bentuk kata taubat dari ucapannya..

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya..

Rasulullah datang dari majelis para sahabat..

Melihat Thalhah bersama dgn Aisyah, wajah beliau pias tak suka. 

Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. 

Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Suatu ketika kabar itu didengar oleh Umar bin Khattab, ketika itu Umar bin Khattab begitu marah, lalu ia mendatangi Rasulullah dan berbicara didepan Rasulullah, "Wahai Rasulullah, apa kau mendengar apa yang diucapakan oleh Thalhah bin Ubaidillah tentang istri mu.?? mulai hari ini segera tutup hijab rapat rapat kepada istri istrimu dan jika ada sahabat yang ingin bertemu maka wajibkan untuk berbicara dari balik hijab tersebut. Agar fitnah yang lebih besar tidak lagi muncul.

Seketika ucapan Thalhah dan ucapan Umar disambut wahyu..

Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam Al Ahzab ayat 53 yang berbunyi, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya,

Thalhah menangis. Thalhah bersedih. Sungguh pilu hatinya.

Ketika para sahabat menginginkan ayat ayat Allah dan hadits Rasulullah turun menggambarkan kemuliaan ibadah ibadah mereka.

Justru Thalhah mendapatkan ayat ayat yang menggambarkan perilaku buruknya karena tidak menjaga hijab kepada istri Rasulullah.

Yaa.. itulah kisahnya awal rangkaian surah Al Ahzab dari ayat 53 hingga 62.

Yang diawali dari tentang perlunya berbicara dengan istri istri Nabi dari balik hijab.

Kemudian dilengkapi dengan orang orang yang diperbolehkan untuk ditemui tanpa hijab.

Dan terakhir Allah sempurna rangkaian ini dengan anjuran bagi wanita menutup auratnya dengan cara, mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka agar tidak diganggu oleh orang lain.

Dimulai dari kisah Thalhah yang tidak menjaga hijab kepada istri Nabi, hingga ke anjuran untuk wanita agar menutup aurat.

Itu menggamnarkan bahwa sesungguhnya fitnah bisa saja muncul dari sebuah komunikasi dan interaksi yang tidak dijaga.

Padahal, siapa yang tak kenal iman dari Thalhah sang perisai jihad Rasulullah di perang uhud..

Dan siapa yang tak kenal dengan Aisyah istri mulia Rasulullah dan wanita yang meriwayatkan hadits terbanyak dari Rasulullah..

Apakah mungkin orang orang dengan keimanan tinggi seperti itu, mampu melakukan tindakan yang menjatuhkan kehormatan diri nya sendiri..?? Tentu tidak mungkin.

Dan itu pun fitnah yang muncul hanyalah sepintas niat dari thalhah yang ingin meminang Aisyah ketika Rasulullah wafat..

Niat menikah itu sudah dianggap sebagai fitnah besar dikala itu oleh umar, sehingga dia begitu geram dan marah hingga Allah menjawab kata kata dari Umar..

Allah hanya menggambarkan, bahwa wanita begitu mulia, sehingga perlu dijaga dengan rapat dan ketat, agar tidak ada fitnah yang datang menghampiri wanita..

Allah hanya menggambarkan, sungguh jika istri Nabi yang memiliki keimanan tinggi dianjurkan dan ditata adab komunikasinya, maka sungguh itu menjadi kewajiban bagi seluruh wanita yang ada di dunia..

Dan Allah hanya mengambarkan, bahwa apresiasi islam terhadap perempuan, bukan terletak cantik pada dunia namun terletak pada cita cita surga dan proses menuju surga Nya..

@galih_bepe
@onni_weli

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Despro Competition_Padang_Rafki Saputra

Hijrah itu Butuh Ujian dan Dukungan

By: Welidayani ( Pena Khadijah ) Hijrah itu Butuh Ujian dan Dukungan Bismillahirrahmanirrahiim.... Setiap langkah yang berujung kepada tujuan yang besar dan mulia akan selalu dikuatkan oleh Allah SWT. Sebanyak apapun halangan yang melintang tak kan tergoyahkan oleh semangat dan keyakinan akan mencapai tujuan tersebut. Begitu juga dengan hijrah. Dalam berproses memang tidak semudah yang kita fikirkan. Kita membutuhkan jalan yang panjang dan berliku. Berproses menuju ke arah yang lebih baik itu memerlukan banyak pendukung. Pendukung inilah yang akan mempermudah kita dalam menjalankan kegiatan berproses kita. Salah satu pendukung kita dalam berhijrah adalah lingkungan yang homogen sebelum menjajaki lingkungan yang heterogen, pengaruh-pengaruh positif yang berkelanjutan dan semangat yang tinggi dalam melkukan hijrah.   Disini diperlukan karena pada awal kita berhijrah kita masih dalam kondisi terombang ambing dan membutuhkan nasihat dan pujian yang berperan penting dalam...

aktivis tak kan galau

“ Aktivis Takkan Galau " Sewaktu pertama masuk kuliah yang saya bayangkan itu bahwa seorang mahasiswa tu hanya pergi kuliah, belajar terus menerus agar mendapatkan nilai terbaik kemudian wisuda dengan IPK tertinggi. Yang lebih mirisnya lagi saya pernah bermimpi akan menjadi seorang ANGGOTA DPR RI hanya dengan melakukan hal tersebut. Akan tetapi kenyataan yang saya peroleh berbeda dengan yang terjadi dilapangan. Setelah saya mengikuti berbagai kegiatan dikampus fakta yang saya peroleh berbeda dengan teori yang saya fikirkan. Jika saya ingin menjadi seorang yang melek politik saya harus aktif dalam berbagai organisasi, jika saya ingin menjadi pekerja saya juga harus aktif organisasi dan apapun profesi yang saya inginkan saya harus aktif berorganisasi. Hal ini, memang terasa sangat sulit bagi saya awalnya. Bagaimana saya bisa membagi waktu saya nanti, harus mengerjakan tugas, harus kuliah, harus mengerjakan tugas dirumah, harus ikut organisasi ini itu dan juga harus bisa m...