▶Bismillah
Kajian kamis 2/8/18
Ust Akmal syafar
▶Imam Bukhari meletakkannya dlm bab 'makruhnya meninggalkan qiyammul lail bagi org yg dahulu mengerjakannya'.
Hadist Abdullah ibn Amr ibn Ash dari Rasulullah SAW
"wahai abdullah, jangan engkau seperti si fulan, si fulan dahulu biasa mengerjakan qiyammul lail kemudian skrg dia meninggalkan nya".
Sahabat yg meriwayatkan hadist ini dikenal jg dg Abu muhammad atau Abu abdurrahman.
-Ibunya raydhah ayahnya amr ibn ash.
-Lebih dulu masuk islam dibanding ayahnya dan banyak meriwayatkan hadist.
-Jarak antara ayah dan anak ini hanya 11 th.
-Lahir 584 masehi.
-Ungkapan dari sahabat yg plg banyak meriwayatkan hadist (Abu Hurairah meriwayatkan 5734 hadist)
_tidak ada seorang pun yg lebih menjaga hadist rasulullah setelah aku melainkan abdullah ibn amr ibn ash_
Menjaga disini maksudnya dg menuliskannya sdgkan abu hurairah mengandalkan hafalannya.
-seorang panglima perang
-seorang penakluk/pembuka mesir saat kekhalifahan umar ibn khattab dan beliau menjadi gubernur di mesir tahun 640 masehi, membangun mesjid pertama disana yg mesjidnya dikenal dg mesjid abdullah ibn amr atau mesjid al fath (mesjid pembuka) atau mesjid al 'atiq
▶Pelajaran hadist :
1. Adab memberi nasehat
▫ "nasehat jgn merendahkan org lain" (digunakan kata si fulan) apalagi ibadahnya tdk wajib, namun bukan sesuatu yg baik meninggalkan amal baik yg biasa dilakukan sehingga dianggap tercela.
Karna tujuan nasehat ialah bisa sampai kpd org lain dan bisa diterima.
Adab menasehati, tidak menyebutkan nama seseorg dihadapan org banyak (krn merupakan penghinaan).
▫Karna seseorang mungkin akan berubah.
2. Sikap kita yg mendapat nasehat.
Nasehat biasanya tidak nyaman diterima namun sahabat ini stlh mendengar nasehat, nasehat ini benar-benar berkesan baginya dan menjadi titik tolak perubahan sehingga tidak ada lagi malam yg berlalu tanpa qiyammul lail.
Usia saat beliau mendapat nasehat ini sekitar 7-10 th, masih sangat muda.
Selalu menjaga dan merutinkan qiyammul lail.
Ketika sampai di usia sangat tua beliau ditanya, mengapa masih melakukan qiyammul lail padahal sudah sangat tua, beliau mengatakan "dahulu saya merutinkan qiyammul lail ketika Rasulullah masih hidup, saya akan malu ketika bertemu Rasulullah kelak sementara disaat wafat tdk melakukannya".
*ciri org bertaqwa* : sedikit berbaring atau tidur diwaktu malam dan ketika menjelang subuh mereka beristighfar kpd Allah.
Mereka memohon dan bermunajat kpd Allah.
Qiyammul lail adalah shalat yg plg afdhal setelah shalat wajib sehingga seharusnya terdorong utk qiyammul lail
3. Qiyammul lail tidak khusus hanya shalat saja, tapi segala sesuatu yg bisa mendekatkan diri kpd Allah.
Cth nya : belajar tafsir, dzikir, istighfar juga merupakan qiyammul lail.
Setelah ramadhan jgn ditinggalkan qiyammul lailnya, jika takut tdk terbangun > witir 3 rakaat setelah isya.
4. Keutamaan merutinkan amal2 kebaikan, bahkan walaupun amalnya sedikit atau ringan. "amalan yg plg baik atau yg plg dicintai oleh Allah adalah yg dilakukan terus menerus walaupun sedikit"
HR imam turmudzi dari Anas ibn malik "siapa yg shalat karna Allah selama 40 hari berjamaah dan mendapatkan takbiratul ikram bersama imam dituliskan baginya 2 jaminan. Pertama jaminan terlepas dari api neraka. Kedua terhindar dari kemunafikan (nifaq)"
40 hari > makna merutinkan.
Tabi'in (murid sahabat)
"Said ibn almusayyid" (banyak riwayatkan hadist dan menantu abu hurairah) menjaga kebiasaan baik dlm jangka waktu lama.
"aku, tidaklah muadzin mengumandangkan adzan sejak 30 th melainkan aku sudah berada di mesjid"
Selain taufik dari Allah namun juga dibutuhkan kesungguhan dari diri kita.
Istiqamah membiasakan amal shalih dimana saja kapan saja.
_Wallahu 'alam bisshawab_
Komentar
Posting Komentar